LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA “ASAM AMINO DAN PROTEIN”

                                                                                                                           Tanggal  :29 Oktober  2014

                                                                                                                           Waktu     : 10.00 – 12.30 WIB

                                                                                                                           Dosen     : Hermawan Seftiono

 

ASAM AMINO DAN PROTEIN 

Kelompok  I

      Riskya Heldyana                                   13106008 

      Izzah Mubarokah                                    13106004

      Alma Rahmawati                                    13106014

      Mega Pertiwi                                           13106005 

 

trilogi

ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN 

FAKULTAS BIOINDUSTRI 

UNIVERSITAS TRILOGI

2014

BAB 1

PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG

Asam amino adalah senyawa organik yang merupakan satuan penyusun protein yang mempunyai gugus amino dan karboksilat.Oleh karena itu asam amino mempunyai sifat-sifat asam maupun basa.Asam amino bersifat tidak seperti senyawa-senyawa organik,tetapi mirip dengan garam-garam anorganik.Pada umumnya asam amino larut dalam air,tetapi hanya larut sebagian didalam pelarut organik.Titik leleh asam-asam amino sangat tinggi untuk senyawa-senyawa organik dengan massa molekul relatif rendah dan kebanyakan lebih besar dari 200°C.Hal ini dapat dijelaskan karena asam amino didalam larutan netral akan membentuk zwitter ion (ion yang bermuatan ganda).Titik leleh yang tinggi dapat pula dijelaskan dalam hubungannya dengan energi yang dibutuhkan untuk memecahkan ikatan-ikatan ionik dalam kisi kristalnya.

Beberapa asam amino mengandung gugus terionisasi pada rantai samping R,hal ini mempengaruhi karakteristik apakah asam amino tersebut bebas didalam larutan atau bergabung dengan asam amino yang lain.Pada kenyataannya,sifat muatan dari protein ditentukan banyaknya gugus yang terionisasi pada rantai samping asam amino.Dalam protein asam amino satu dengan asam amino yang lain bergabung melalui ikatan peptida (-CO—NH-).Ikatan peptida dibentuk dengan kondensasi gugus –COOH dari asam amino yang satu dengan gugus –NH2 dri asam amino yang lain.

Protein merupakan polimer dari asam amino dimana struktur dari protein ada 4 macam yaitu : struktur primer; sekunder; tersier; dan kuarterner.Struktur primer protein ditentukan oleh ikatan kovalen antara residu asam amino yang berurutan membentuk ikatan peptida.Struktur sekunder terjadi karena ikatan hidrogen antara atom O dari gugus karbonil dengan atom H dari gugus amina dalam suatu rantai polipeptida membentuk konfirmasi spiral yang disebut struktur helix.Bila ikatan hidrogen tersebut terjadi antara dua rantai polipeptida maka membuat dua rantai paralel dengan bentuk berkelok-kelok yang disebut konfirmasi β.Struktur tersier terbentuk karena terjadinya pelipatan (folding) rantai α-helix,konfirmasi β maupun gulungan suatu polipeptida membentuk protein globular.Sebagian besar protein berbentuk globular yang mempunyai berat molekul ≥50.000 merupakan suatu oligomer yang terjadi dari beberapa rantai polipeptida yang terpisah.Rantai polipeptida ini mengadaka interaksi membentuk struktur kuarterner dari protein oligomer.Protein merupakan bahan pembentuk makhluk hidup, katalisator organik atau biasa disebut enzim, dan bagian penting dari nucleoprotein.

  1. TUJUAN PENELITIAN
  • Mempelajari sifat-sifat reaksi asam amino
  • Melakukan identifikasi asam amino dan protein
  • Menentukan senyawa-senyawa asam amino secara kualitatif

 

BAB II

METODOLOGI

  1. WAKTU DAN TEMPAT

Hari/Tanggal   : Rabu, 19 November 2014

Pukul               : 10.00 – 12.30 WIB

Tempat            : Laboratorium Biokimia (Lantai 4) Universitas Trilogi

  1. ALAT DAN BAHAN

Alat yang digunakan dalam praktikum Asam amino dan Protein adalah tabung reaksi, rak tabung reaksi, sudip, pipet tetes dan water bath.

Bahan yang digunakan dalam praktikum Asam amino dan Protein adalah Asam amino (glisin, tirosin, asam glutamat, prolin, albumin (putih telur), aquadest, etanol,kloroform,HCL 0,1 N,NaOH 0,1 N , NaOH 10N ,kupri sulfat, dan larutan ninhidrin.

  1. PROSEDUR PRAKTIKUM

A. KELARUTAN ASAM AMINO DAN PROTEIN

Diambil kira-kira 0,1 g asam-asam amino,dimasukkan masing-masing kedalam tabung reaksi.Untuk masing-masing asam amino periksa kelarutannya dengan pelarut-pelarut sebagai berikut : aquadest,HCL 0,1N,NaOH 0,1N,ethanol dan kloroform

B. REAKSI NINHIDRIN

Dimasukkan 1 ml larutan asam amino ke dalam tabung reaksi , kemudian ditambahkan 5 tetes larutan ninhidrin dan dimasukkan kedalam penanggas air selama 2 menit.

C. DENATURASI PROTEIN OLEH PANAS DAN PH

Dipipet 5 ml dari setiap larutan protein dan dimasukkan ke dalam 3 tabung reaksi.Ditambahkan 0,5 ml HCL pada tabung ke-1 , 0,5 ml NaOH pada tabung ke-2,dan 0,5 ml aquadest kedalam tabung ke-3,kemudian diletakkan kedalam penanggas air selama 10 menit,lalu dinginkan pada temperatur kamar dan amati.

D. UJI BIURET

Ditambahkan 5 tetes larutan kuprisulfat kedalam tabung reaksi yang telah berisi 2 ml larutan protein,kemudian ditambahkan 2 ml NaOH dan kocok, lalu dicatat warna yang terjadi.

BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

 

  1. HASIL PENGAMATAN

A. KELARUTAN ASAM AMINO DAN PROTEIN

Sampel Pereaksi
Aquadest HCL 0,1N NaOH 0,1N Ethanol Kloroform
Glisin Larut Larut Larut Tidak Larut Tidak Larut
Tirosin Larut Sedikit Tidak Larut Tidak Larut Tidak Larut Larut+ada emulsi
As.Glutamat Tidak Larut Tidak Larut Tidak Larut Tidak Larut Tidak Larut
Prolin Tidak Larut Tidak Larut Tidak Larut Larut Tidak Larut

 B. REAKSI NINHIDRIN

Sampel Warna Awal + 5 Tetes Larutan Ninhidrin
Glisin Bening Ungu pekat
Albumin Kuning Pink
Tirosin Bening Bening
Keju Putih Susu Putih Susu
As.Glutamat Bening Ungu bening + endapan
Prolin Bening Kuning bening
Tahu Putih Keruh Putih keruh + endapan putih
Blanko Bening Bening

 

C. DENATURASI PROTEIN OLEH PANAS DAN PH

Sampel Pereaksi
HCL 0,5 ml NaOH 0,5 ml Aquadest 0,5 ml
Glisin Bening à Bening Bening à Bening Bening à Bening
Albumin Kuning à Putih endapan kuning Kuning à Putih Kuning à Putih
Tirosin Bening + endapan putih à Bening Bening + endapan putih à Bening Bening + endapan putih à Bening + endapan putih
Keju Putih susu à Putih susu + gumpalan Putih susu à Kuning pekat + gumpalan Putih susu à Putih susu
As.Glutamat Bening à Bening Bening à Bening Bening à Bening
Prolin Bening à Bening Bening à Bening Bening à Bening
Tahu Putih keruh à Bening Putih keruh à Kuning keruh Putih keruh à Bening

D. UJI BIURET

Sampel Warna Awal + 5 Tetes CuSO4.5H2O & 2 ml NaOH
Glisin Bening Biru Muda
Albumin Kuning Ungu
Tirosin Bening Biru Muda Bening
Keju Putih Susu Ungu Muda Susu
As.Glutamat Biru Biru Bening
Prolin Biru Biru Bening
Tahu Putih Keruh Ungu Keruh
Blanko Bening Biru muda Bening

 

B.PEMBAHASAN

            Dalam praktikum Asam amino dilakukan uji kelarutan, reaksi ninhidrin dan uji biuret, dengan menggunakan sampel glisin, albumin,tyrosin,keju,asam glutamate, prolin, dan tahu.

Hasil dari uji kelarutan asam amino dan protein adalah asam amino glisin (H), pelarut yang cocok adalah air, HCl 0,1 N dan NaOH 0,1 M karena gugus R dari glisin adalah H jadi atom H nya dapat berikatan dengan HCl dan NaOH. Untuk asam amino tirosin (HO-C6H4-CH2) pada air hanya larut sedikit, pada HCl 0,1 N, NaOH 0,1 M dan etanol tirosin tidak dapat larut sedangkan pada kloroform dapat larut dan terbentuk emulsi karena gugus R amino terlalu kompleks sehingga sukar larut dalam pelarut manapun. Prolin ((CH2)3) dapat larut pada air, HCl 0,1 N dan NaOH sedangkan pada kloroform prolin terdapat diatas, itu berarti berat jenis prolin lebih kecil daripada kloroform. Asam glutamate (HOOC-(CH2)2) tidak dapat larut pada semua pelarut karena strukturnya yang terlalu kompleks dan pada etanol dan kloroform membentuk kekeruhan.

Semua asam amino, atau peptida yang mengandung asam amino bebas akan bereaksi dengan ninhidrin membentuk senyawa kompleks berwarna biru-ungu. Namun, prolin dan hidroksiprolin menghasilkan senyawa berwarna kuning. Ninhidrin bereaksi dengan asam amino bebas dari protein menghasilkan warna biru. Reaksi ini termasuk yang paling umum dilakukan untuk analisa kualitatif protein dan produksi hasil hidrolisisnya. Reaksi ninhidrin dapat pula dilakukan terhadap urin untuk mengetahui adanya asam amino atau untuk mengetahui adanya pelepasan protein pada tubuh manusia. Ninhydrin merupakan oksidator yang menyebabkan dekarboksilasi oksidatif dari α asam amino yang menghasilkan CO2, NH3, dan aldehid yang rantainya lebih pendek 1 C dari asam amino asalnya. Ninhydrin yang tereduksi akan bereaksi dengan NH3 sehingga membentuk senyawa kompleks berwarna biru atau ungu dengan absorpsi warna maksimum pada panjang gelombang 570 nm. Reaksi ini bereaksi positif hampir dengan semua jenis protein.

Denaturasi protein merupakan suatu proses dimana terjadi perubahan atau modifikasi terhadap konformasi protein, lebih tepatnya terjadi pada struktur tersier maupun kuartener dari protein. Buiret adalah senyawa dengan dua ikatan peptida yang terbentuk pada pemanasan dua mulekul urea. Ion Cu2+ dari preaksi Biuret dalam suasana basa akan berekasi dengan polipeptida atau ikatan-ikatn peptida yang menyusun protein membentuk senyawa kompleks berwarna ungu atau violet. Reaksi ini positif terhadap dua buah ikatan peptida atau lebih, tetapi negatif untuk asam amino bebas atau dipeptida.
Tujuan dari pengujian biuret ini adalah untuk mengetahui adanya ikatan peptide. Adapun prosedurnya yaitu pertama – tama, protein bereaksi dengan NaOH dan CuSO4. Fungsi dari NaOH itu adalah mencegah endapan Cu (OH)2, dan memecah ikatan protein menjadi urea, sebagai katalisator. Adapun fungsi CuSO4 adalah sebagai pendonor Cu2+ . seperti yang telah diuraikan sebelumnya reaksi positif ditandai dengan terjadinya warna ungu karena adanya kompleks yang terjadi antara ikatan peptida dengan O dari air. Reaksi ini disebut reaksi biuret karena positif terhadap kondensasi 2 molekul urea. Lebih jelasnya dapat dilihat reaksi berikut ini.
2CO(NH2)2 à CONH2 – NH –CONH2 (biuret) + NH3
CuSO4+ 2H2O à Cu(OH)2 + H2SO4
Cu(OH)2 + NH3 à warna ungu
Reaksi juga positif terhadap senyawa organik yang mempuyai gugus CO(NH2), SC(NH2), NHC(NH2), H2C(NH2)
Ikatan peptide panjang à ungu
Ikatan peptide pendek à pink Pada uji biuret dihasilkan warna violet/ungu. Hal ini disebabkan penambahan CuSO4 sehingga terbentuk kompleks antar Cu2+dengan gugus amino dari protein.. makin kuat intensitas warna ungu yang dihasilkan ini menunjukan makin panjang ikatan peptidanya. Dengan perubahan warna ungu yang diperoleh ini menunjukan bahwa uji ini positif terhadap biuret.

BAB IV

DAFTAR PUSTAKA

Lehninger, A. L., 1990, Dasar-Dasar Biokimia, Erlangga, Jakarta.

Poedjiadi, A., 1994, Dasar-dasar Biokimia, Universitas Indonesia, Jakarta.

http://www.academia.edu/7493114/LAPORAN_ORGANIK_ASAM_AMINO_DAN_PROTEIN/

http://bisakimia.com/2012/11/11/denaturasi-protein/

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s